Menurut saya,
Manajemen adalah melakukan kegiatan untuk mencapai target yang telah ditetapkan
melalui pemanfaatan tenaga dan pikiran manusia atau sumber daya lainnya. Kegiatan
manajemen tersebut mencakupi merencanakan, mengatur, menjalankan, dan mengawasi.
Sedangkan,
Manajer adalah seseorang yang berwenang dan bertanggung jawab mengontrol dan
selalu memutuskan pilihan-pilihan untuk diarahkan ke tujuan tertentu di dalam
suatu organisasi.
Jadi, manajemen
adalah kegiatannya dan sedangkan manajer adalah orangnya yang mengatur.
Ilmu Manajemen dalam Kehidupan Saya
Seberapa tinggi ilmu manajemen menurut saya tergantung bagaimana seseorang tersebut menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Kalau menurut saya ilmu manajemenku sudah cukup tinggi namun masih perlu banyak belajarlagi karena ilmu manajemen yang saya miliki sebatas mengatur kehidupan selama menjalani kehidupan kampus. Dalam kehidupan saya dengan menerapkan ilmu manajemen sesuatu yang saya kerjakan sesuai dengan tujuan hidup saya yaitu sesuatu yang dapat selesai tepat waktu, tanpa ada hal yang menjadi sia-sia, dan sesuai dengan arah tujuan saya. Contoh:
1. Saya menerapkan bangun pagi dan langsung merencanakan apa yang akan dikerjakan satu hari penuh
2. Setelah sudah merencanakan
kemudian rencana tersebut dijabarkan ke papan jadwal yang ada dikamar saya.
diatas adalah gambar papan jadwal dikamar saya
diatas adalah gambar papan jadwal dikamar saya
3. Kemudian dikerjakanlah tugas
tugas atau pekerjaan yang sudah direncanakan di papan jadwal
4. Setelah itu dievaluasi setiap
bulannya apakah saya mengerjakaannya dengan efektif dan efisienkah (pekerjaan
diselesaikan dengan tepat waktu), atau terlalu banyak terpapar gadgetkah yang
sehingga pekerjaan pekerjaanku tertinggal (hal yang sia sia), apakah yang saya
kerjakan sesuai dengan arah tujuankah dan sebagainya.
Proses Motivasi yang Terjadi Dalam Kehidupan Seseorang
Proses motivasi yang terjadi dalam kehidupan seseorangmemiliki empat komponen terjadinya motivasi yang terlihat pada gambar berikut ini :
Menggambarkan bahwa
setiap seseorang memiliki kebutuhan yang kekuatannya antara satu dan lainnya yaitu
antara satu manusia dengan manusia lainnya berbeda-beda dan tidak sama,
sehingga akan terjadinya munculnya dorongan kebutuhan yang tidak seimbang
dilakukan dengan melalui aksi-aksi atau
aktivitas-aktivitas untuk mencapai tujuan kepuasan, dan setelah mencapai tujuan melalui aksi tadi barulah yang
kemudian akan merasa terpuaskan karena sudah mencapai tujuan.
Jangka waktu
yang tertentu akan memunculkan kebutuhan selanjutnya untuk dipuaskan. Apabila
suatu kebutuhan yang sama munculnya berulang-ulang dengan berlangsungnya waktu
maka yang berlaku adalah proses motivasi seperti gambar proses motivasi yang
ditampilkan diatas, akan tetapi jika setiap kali muncul kebutuhan baru, namun kebutuhan
tersebut termasuk kedalam jenjang golongan yang lebih tinggi tingkatannya, maka
hal seperti ini disebut jenjang kebutuhan Maslow.
Jenjang
kebutuhan Maslow adalah menyatakan bahwa bila kebutuhan minimal (fisiologis)
saja belum tercapaikan, maka kebutuhan golongan pertama ini akan menuntut paling kuat untuk dicapai.
Setelah kebutuhan fisiologis tercapaikan, maka akan terasa adanya tuntutan dari
golongan kebutuhan kedua (keselamatan dan keamanan kerja) dan seterusnya,
kemudian kebutuhan sosial, kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan penghargaan.
Organisasi
adalah suatu perkumpulan manusia dua orang atau lebih yang memiliki fungsinya
masing-masing dengan berbagai kegiatan kegiatan untuk mencapai target.
Organisasi ada banyak dilingkungan sekitar, ada organisasi Mahasiswa,
organisasi Politik, organisasi Agama, Organisasi Olah Raga, Organisasi social
dan lain lain. Organisasi bisa diciri-cirikan sebagai berikut:
a. Perkumpulan
manusia (dua orang atau lebih)
b. Memiliki
target
c. Saling
berkesinambungan antar individu (bekerja sama)
d. Adanya
aturan-aturan
e. Pembagian
kerja dan tanggung jawab
Jenis Organisasi
ada organisasi formal dan informal. Organisasi formal adalah organisasi yang
secara sadar untuk mencapai suatu tujuan dengan hubungan kegiatan-kegiatan.
Contoh: Organisasi Mahasiswa disekitar kita seperti BEM, Himpunan Mahasiswa.
Organisasi Olah Raga seperti PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia),
PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia, dan lain lain.
Sementara jenis
organisasi informal adalah kumpulan orang yang tidak memiliki tujuan secara
sadar, tidak memiliki bagan organisasi, tidak terorganisir, dan yang lebih
ditekankan oleh organisasi informal adalah kegiatannya ketimbang tujuannya.
Seperti: anak anak yang sedang berkumpul.
Dampaknya masuk ke dalam organisasi formal
Menurut saya
dampak masuk ke dalam organisasi formal
selain untuk mencapai target, Organisasi formal ada dampak yang bermanfaat
untuk individu didalam organisasi tersebut, diantaranya adalah:
a. Melatih
mental
Dalam kehidupan,
banyak sekali masalah-masalah yang membuat seseorang tertekan. Sehingga dengan
berorganisasi, seseorang akan terlatih mentalnya karena sudah terbiasa
menghadapi masalah-masalah. Seseorang yang tidak ikut berorganisasi cenderung
menghindar dari masalah karena mentalnya yang kurang terlatih, sehingga kurang
mendapatkan pencapaian dalam kehidupannya.
b. Melatih
leadership (kepemimpinan) seseorang
Setiap orang
memiliki jiwa kepemimpinan. Minimal memimpin dirinya sendiri kearah mana tujuan
kehidupannya. Dalam berorganisasi akan terlatihnya jiwa kepemimpinan. Tidak
mesti menjadi bagian manajer, direktur, atau bagian top manajemen lainnya untuk
mengembangkan jiwa kepemimpinan. Karena menekuni dan bertanggung jawab di
bidangnya masing masing serta membantu top manajemen mengambil keputusan dapat
menambah jiwa kepemimpinan.
c. Menambah
koneksi teman
Dengan
berorganisasi, kita akan selalu berinteraksi dengan banyak orang yang dapat
meningkatkan kecakapan berbicara dan memahami antar sesama manusia. Sehingga
kita akan lebih mudah juga untuk mencari koneksi teman.
d. Menambah
wawasan dan ilmu
Karena dalam
berorganisasi sering terjadinya
interaksi dengan manusia dan berusaha untuk mencapai suatu tujuan dapat membuat
seseorang berinteraksi dengan lingkungan sekitar, teknologi,dan informasi-informasi yang berkaitan untuk
mencapai suatu tujuan di organisasi tersebut. Sehingga dalam berorganisasi
dapat menambah wawasan dan ilmu.
e. Belajar
membagi waktu
Bagi orang yang
tidak ikut berorganisasi yang cenderung banyak bermain, akan sulit membagi
waktu karena terbiasa dengan menyia-nyiakan waktu yang tidak bias dibeli.
Dengan berorganisasi, seseorang cenderung dapat membagi waktu yang digunakan
untuk kegiatan yang bermanfaat. Sehingga orang yang dapat membagi waktunya
lebih sukses.
f.
Menambah kemampuan komunikasi
Komunikasi adalah
aktifitas dasar yang sudah ada dalam diri seseorang. Namun kemampuan tersebut
harus diasah yang tujuannya untuk mempermudah dalam memberikan informasi kepada
individu maupun kelompok manusia. Dengan berorganisasi, karena sering terjadinya
berinteraksi dengan individu ataupun kelompok dapat meningkatkan kualitas
berkomunikasi.






No comments:
Post a Comment