Wednesday, November 27, 2019

Tugas 4 (Pengantar Bisnis)


1.     A. Manajemen




Manajemen adalah melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai target yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan tenaga dan pikiran manusia atau memanfaatkan sumber daya lainnya seperti gadget handphone, komputer, transportasi, mesin produksi dan lain lainnya. Kegiatan kegiatan manajemen tersebut mencakupi merencanakan, mengatur, menjalankan, dan mengawasi.
B. Dampak Seseorang Jika mempelajari ilmu manajemen
Menurut saya, Dampak seseorang jika mempelajari ilmu manajemen akan tertata hidupnya seseorang tersebut bilamana menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari.  Contoh:
1. Seorang yang mempelajari ilmu manajemen menerapkan bangun pagi dan langsung merencanakan apa yang akan dikerjakan satu hari penuh
2. Setelah sudah merencanakan kemudian rencana tersebut dijabarkan ke papan jadwal, to do list, dan lain lain
3. Kemudian dikerjakanlah tugas tugas atau pekerjaan yang sudah direncanakan
4. Setelah itu dievaluasi setiap bulannya apakah orang tersebut mengerjakaannya dengan efektif dan efisienkah (pekerjaan diselesaikan dengan tepat waktu), atau terlalu banyak terpapar gadgetkah yang sehingga pekerjaan pekerjaannya tertinggal (hal yang sia sia), apakah orang tersebut sudah mengeerjakan sesuai dengan arah tujuan dan sebagainya.




2. Keuntungan dan Kerugian Fungsi Manajemen di Suatu Organisasi



3. A. Organisasi

                Organisasi adalah suatu perkumpulan manusia dua orang atau lebih yang memiliki fungsinya masing-masing dengan berbagai kegiatan kegiatan untuk mencapai target. Organisasi ada banyak dilingkungan sekitar, ada organisasi Mahasiswa, organisasi Politik, organisasi Agama, Organisasi Olah Raga, Organisasi social dan lain lain. Organisasi bisa diciri-cirikan sebagai berikut:
a.       Perkumpulan manusia (dua orang atau lebih)
b.      Memiliki target
c.       Saling berkesinambungan antar individu (bekerja sama)
d.      Adanya aturan-aturan
e.      Pembagian kerja dan tanggung jawab
Jenis Organisasi ada organisasi formal dan informal. Organisasi formal adalah organisasi yang secara sadar untuk mencapai suatu tujuan dengan hubungan kegiatan-kegiatan. Contoh: Organisasi Mahasiswa disekitar kita seperti BEM, Himpunan Mahasiswa. Organisasi Olah Raga seperti PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia, dan lain lain.
Sementara jenis organisasi informal adalah kumpulan orang yang tidak memiliki tujuan secara sadar, tidak memiliki bagan organisasi, tidak terorganisir, dan yang lebih ditekankan oleh organisasi informal adalah kegiatannya ketimbang tujuannya. Seperti: anak anak yang sedang berkumpul.
B. Dampaknya Masuk Kedalam Organisasi
Dampaknya masuk ke dalam organisasi formal
Menurut saya dampak masuk ke dalam organisasi formal selain untuk mencapai target, Organisasi formal ada dampak yang bermanfaat untuk individu didalam organisasi tersebut, diantaranya adalah:
a.       Melatih mental
Dalam kehidupan, banyak sekali masalah-masalah yang membuat seseorang tertekan. Sehingga dengan berorganisasi, seseorang akan terlatih mentalnya karena sudah terbiasa menghadapi masalah-masalah. Seseorang yang tidak ikut berorganisasi cenderung menghindar dari masalah karena mentalnya yang kurang terlatih, sehingga kurang mendapatkan pencapaian dalam kehidupannya.

b.      Melatih leadership (kepemimpinan) seseorang
Setiap orang memiliki jiwa kepemimpinan. Minimal memimpin dirinya sendiri kearah mana tujuan kehidupannya. Dalam berorganisasi akan terlatihnya jiwa kepemimpinan. Tidak mesti menjadi bagian manajer, direktur, atau bagian top manajemen lainnya untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan. Karena menekuni dan bertanggung jawab di bidangnya masing masing serta membantu top manajemen mengambil keputusan dapat menambah jiwa kepemimpinan.

c.       Menambah koneksi teman
Dengan berorganisasi, kita akan selalu berinteraksi dengan banyak orang yang dapat meningkatkan kecakapan berbicara dan memahami antar sesama manusia. Sehingga kita akan lebih mudah juga untuk mencari koneksi teman.

d.      Menambah wawasan dan ilmu
Karena dalam berorganisasi  sering terjadinya interaksi dengan manusia dan berusaha untuk mencapai suatu tujuan dapat membuat seseorang berinteraksi dengan lingkungan sekitar, teknologi,dan  informasi-informasi yang berkaitan untuk mencapai suatu tujuan di organisasi tersebut. Sehingga dalam berorganisasi dapat menambah wawasan dan ilmu.

e.      Belajar membagi waktu
Bagi orang yang tidak ikut berorganisasi yang cenderung banyak bermain, akan sulit membagi waktu karena terbiasa dengan menyia-nyiakan waktu yang tidak bias dibeli. Dengan berorganisasi, seseorang cenderung dapat membagi waktu yang digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat. Sehingga orang yang dapat membagi waktunya lebih sukses.

f.        Menambah kemampuan komunikasi
Komunikasi adalah aktifitas dasar yang sudah ada dalam diri seseorang. Namun kemampuan tersebut harus diasah yang tujuannya untuk mempermudah dalam memberikan informasi kepada individu maupun kelompok manusia. Dengan berorganisasi, karena sering terjadinya berinteraksi dengan individu ataupun kelompok dapat meningkatkan kualitas berkomunikasi
Dampaknya masuk  Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain. Dampak dari masuk Organisasi informal adalah:
a.       Memperluas dan memperdalam menjalin suatu hubungan dengan manusia
b.      Mendapatkan nilai manfaat yang bervariasi
c.       Sebagai sarana rekreasi


 4.     Fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen terdiri atas 4 fungsi yang utama manajemen, yaitu :
a.       Planning ( fungsi perencanaan )
b.      Organizing ( fungsi pengorganisasian)
c.       Directing ( pengarahan )
d.      Controlling ( pengendalian )
e.      Planning (Fungsi Perencanaan)


Planning (perencanaan)
Planning merupakan suatu aktivitas menyusun, tujuan perusahaan lalu dilanjutkan dengan menyusun berbagai rencana-rencana guna mencapai tujuan perusahaan yang sudah ditentukan. Planning dilaksanakan  dalam penentuan tujuan organisasi scara keseluruhan dan merupakan langkah yang terbaik untuk mencapai tujuannya itu. pihak manajer mengevaluasi berbagaii rencana alternatif sebelum pengambilan tindakan kemudian menelaah rencana yang terpilih apakah sesuai dan bisa dipergunakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan adalah proses awal yang paling penting dari seluruh fungsi manajemen, karena fungsi yang lain tak akan bisa bejalan tanpa planning.
Organizing (Pengorganisasian)
Organizing adalah suatu aktivitas penagturan dalam sumber daya manusia dan sumber daya fisik yang lainnya yang dimiliki oleh perusahaan untuk bisa melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan dan mencapai tujuan utama perusahaan. Dalam bahasa yang lebih sederhana organizing merupakan seluruh proses dalam mengelompokkan semua orang, alat, tugas tanggung-jawab dan wewenang yang dimiliki sedemikian rupa hingga memunculkan kesatuan yang bisa digerakkan dalam mencapai tujuan. Organizing dapat membuat manajer mudah dalam melaksanakan pengawasan serta penentuan personil yang diperlukan untuk menjalankan tugas yang sudah dibagi bagi. pengorganisasian bisa dijalankan dengan menetukan tugas apa yg harus dikerjakan, siapa personil yang menjalankannya, bagaimana tugasnya dikelompokkan, siapa yang harus bertanggung jawab terhadap tugas tersebut.

Directing (Pengarahan)
Directing alias fungsi pengarahan merupakan fungsi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja dengan optimal dan menciptakan suasana lingkungan kerja yang dinamis, sehat dan yang lainnya. Ada beberapa aktivitas yang dilakukan pada fungsi pengarahan:
a.       Mengimplementasikan suatu proses kepemimpinan, penbimbingan, dan memberikan motivasi kepada pekerja suapay bisa bekerja dengan efektif serta efisien dalam mencapai tujuan yang ditetapkan
b.      Memberi tugas serta penjelasan secara rutin tentang pekerjaan
c.       Menjelaskan semua kebijakan yang sudah ditetapkan

Controlling (Fungsi Pengendalian / Pengawasan)
Controling merupakan kegiatan dalam menilai suatu kinerja yang berdasarkan pada standar yang sudah dibuat perubahan atau suatu perbaikan apabila dibutuhkan. aktivitas dalam fungsi pengendalian ini misalnya:
a.       Mengevaluasii keberhasilan dalam proses mencapai tujuan dan target mengikuti indikator yang sudah ditetapkan
b.      Menempuh langka klarifikasi serta koreksi atas terjadinya penyimpangan yang ditemukan
c.       Memberi alternatif solusi atas masalah yang terjadi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan


5.     3 Keterampilan Manajemen (Management Skills)
Berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai 3 Keterampilan Manajemen dasar yang wajib dimiliki oleh seorang Manajer dalam menjalankan fungsi manajemen menurut Robert  L.  Katz.

Keterampilan Konseptual (Conceptual Skills)
Keterampilan Konseptual adalah kemampuan manajer untuk melihat keseluruhan organisasi sebagai suatu entitas yang lengkap. Keterampilan Konseptual ini meliputi pemahaman tentang kerjasama setiap unit kerja dalam organisasi beserta pemahaman tentang ketergantungan satu unit kerja dengan unit kerja lainnya, perubahan pada suatu unit kerja juga akan mempengaruhi unit kerja atau bagian lainnya. Keterampilan ini meliputi pemahaman tentang hubungan antar institusi, industri dan masyarakat serta pemahaman tentang pengaruh faktor-faktor politik, sosial dan kondisi ekonomi suatu negara terhadap bisnis perusahaannya. Dengan pemahaman-pemahaman tersebut, seorang manajer tingkat tinggi atau Top Management dapat memahami kondisi bisnis secara keseluruhan dan mengambil tindakan yang tepat untuk kesuksesan organisasinya.
Keterampilan Konseptual ini sangat penting bagi Manajement Tingkat Tinggi (Top Management) namun kurang penting bagi manajemen tingkat menengah dan tidak diharuskan untuk manajemen tingkat pertama. Keterampilan Konseptual ini juga sering disebut dengan Keterampilan Analisis (Analytical Skill) ataupun Keterampilan Perseptual (Perceptual Skill).
Keterampilan Berhubungan dengan Orang lain (Humanity Skills)
Keterampilan berhubungan dengan Orang lain atau Humanity Skill ini adalah kemampuan manajer untuk berinteraksi secara efektif dengan anggota organisasinya serta membangun pemahaman dan usaha kooperatif dalam tim yang dipimpinnya. Keterampilan ini akan memungkinkan para manajer untuk menjadi pemimpin dan memotivasi karyawannya untuk mendapatkan prestasi kerja yang lebih baik. Selain itu, para Manajer juga harus dapat memanfaatkan potensi karyawannya secara efektif di perusahaan.

Komunikasi juga merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam Keterampilan ini. Komunikasi yang baik dan efektif akan memberikan dampak positif terhadap karir manajer yang bersangkutan dan juga dalam pencapain tujuan organisasi. Keterampilan berhubungan dengan orang lain atau Humanity Skill ini penting bagi semua tingkatan manajemen di suatu organisasi atau perusahaan. Keterampilan ini juga disebut sebagai Keterampilan Interpersonal (Antarpribadi) atau Human Skill (keterampilan kemanusiaan).
Keterampilan Teknis (Technical Skills)
Keterampilan Teknis ini adalah Kemampuan atau pengetahuan untuk menggunakan teknik tertentu dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu. Contohnya seperti kemampuan dan pengetahuan untuk merancang produk, memperbaiki mesin, mengoperasikan mesin, merakit komputer, membuat program komputer, menyiapkan pembukuan dan laporan keuangan, menjual produk, menciptakan lagu, memasak makanan dan lain sebagainya. Keterampilan Teknik ini merupakan keterampilan yang penting bagi manajer di tingkat pertama namun kurang penting atau tidak wajib untuk dimiliki oleh manajemen tingkat atas.

Referensi

No comments:

Post a Comment

Tugas 6 (Pengantar Bisnis)

1 . A. Pengertian Pasar Arti dari Pasar  yaitu suatu tempat bertemunya penjual (produsen) dan pembeli (konsumen) untuk melakukan tran...