Monday, December 2, 2019

Tugas 3 Manajemen Sumber Daya Manusia (4eb06)


Fathurrizki Emir Elkarim                                4eb06

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS
1.      Apa Yang Dimaksud Dengan Manajemen Sumber Daya Manusia?
            Semua Manajer harus bisa menjawab, serta bisa menjawab mengapa manajemen sumber daya manusia itu penting. Dengan menjawabnya membantu manajer menghindari permasalahan seperti mempekerjakan orang yang salah untuk suatu pekerjaan. Dan yang lebih penting, dapat membantu memastikan bahwa manajer mendapatkan hasil melalui orang-orang.
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi itu.
Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang karyawan bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekadar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan dengan portfolio investasi) dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost). Di sini perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka.
Pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengertian mikro dan makro. Pengertian SDM secara mikro adalah individu yang bekerja dan menjadi anggota suatu perusahaan atau institusi dan biasa disebut sebagai pegawai, buruh, karyawan, pekerja, tenaga kerja dan lain sebagainya. Sedangkang pengertian SDM secara makro adalah penduduk suatu negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja.

Secara garis besar, pengertian Sumber Daya Manusia adalah individu yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik institusi maupun perusahaan dan berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya.
            Bagaimanakah tugas dari manajer dan departemen sumber daya manusia ini berhubungan dengan tugas sumber daya manusia dari manajer penjualan dan produksi dan yang lainnya? Dalam organisasi, otoritas lini memberikan hak kepada manajer untuk mengeluarkan perintah pada manajer atau karyawan lain. Oleh karena itu, otoritas lini menciptakan hubungan atasan dan bawahan.
            Pada bagan organisasi, manajer dengan otoritas lini merupakan manajer lini. Tugas sumber daya manusia manajer lini meliputi:
a.       Menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat
b.      Memulai karyawan baru dalam organisasi
c.       Melatih karyawan untuk pekerjaan yang baru bagi mereka
d.      Meningkatkan kinerja setiap orang
e.       Mendapatkan kerja sama dan mengembangkan hubungan kerja yang lancar
f.       Menerjemahkan kebijakan dan prosedur perusahaan
g.      Mengendalikan biaya tenaga kerja
h.      Mengembangkan kemampuan setiap orang
i.        Menciptakan dan mempertahankan moral departemen
j.        Melindungi kesehatan dan kondisi fisik karyawan

Seiring organisasi tumbuh menjadi besar, mereka membutuhkan bantuan kepada departemen sumber daya manusia.
Tugas manajer sumber daya manusia meliputi:
a.       pengawasan karyawannya
b.      mengoordinasikan kebijakan personel keseluruhan perusahaan,
c.       dan membantu dan menasihati manajer di area-area manajemen sumber daya manusia .
Untuk menjalankannya, Manajer Sumber Daya Manusia membutuhkan kompetensi yang baru. Mereka harus mampu menerapkan manajemen sumber daya manusia berbasis bukti, yang berarti penggunaan data, fakta, analitik, prinsip ilmiah, evaluasi kritis, dan studi kasus yang dievaluasi secara kritis, untuk mendukung proposal, kepututsan, praktik, dan kesimpulan manajemen sumber daya manusia.
Dan memahami manajemen sumber daya manusia secara keseluruhan, ingatlah selalu beberapa hal yang penting:
a.         bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan tanggung jawab dari setiap manajer,
b.         bahwa angkatan kerja semakin beragam,
c.         bahwa pemberi kerja dan manajer sumber daya manusia mereka menghadapi kebutuhan untuk mengelola dalam masa-masa ekonomi yang menantang, dan
d.         bahwa manajer sumber daya manusia harus mampu mempertahankan rencana dan kontribusi mereka secara terukur.

2.      Strategi dan Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia

Karena semua manajer beroperasi dalam kerangka rencana keseluruhan perusahaan mereka, penting bagi semua manajer untuk mengenali proses manajemen strategis.
a.       Proses perencanaan manajemen meliputi:
-          penetapan tujuan
-          membuat ramalan,
-          menentukan alterntif-alternatif,
-          mengevaluasi alternative-alternatif,
-          menerapkan dan mengevaluasi rencana anda
b.      Rencana Strategis adalah rencana perusahaan mengenai bagaimana mereka akan menyesuaikan kekuatan dan kelemahan internal mereka dengan kesempatan dan ancaman eksternal untuk mempertahankan keunggulan kompetitif. Strategi adalah jalan tindakan
c.       Manajemen strategis adalah proses untuk mengidentifikasi dan mengeksekusi rencana strategis organisasi. Delapan langkah dasar dalam proses manajemen strategis meliputi:
-          Bertanya, Dimana kita sekarang?
-          Mengukur situasi: Melakukan audit eksternal dan internal
-          Menciptakan opsi strategis
-          Meninjau opsi strategis
-          Membuat pilihan strategis
-          Menerjamahkan menjadi sasaran
-          Menerapkan strategi tersebut
-          Mengevaluasi kinerja
Pengertian Strategi menurut Siagian (2004), Strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
Pada umumnya, strategi bisnis pada sebuah perusahaan bisnis dapat terbagi atas 3 Tingkatan utama yaitu Strategi di Tingkat Korporasi (Corporate Level Strategy), Strategi di Tingkat Unit Bisnis (Business Unit Level Strategy) dan Strategi di Tingkat Fungsional (Functional Level Strategy). Strategi Korporasi berfokus pada menentukan bisnis mana yang harus dijalankan oleh perusahaan. Strategi Bisnis mengembangkan keunggulan kompetitif dalam segmen bisnis sedangkan Strategi Fungsional beroperasi pada tingkat pemasaran, produksi dan keuangan untuk memastikan bahwa memastikan bahwa setiap unit kerja memiliki strategi untuk mendukung bisnis perusahaannya. Berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai ketiga Tingkatan Strategi yang dimaksud.
A.    Strategi Korporasi (Corporate Level Strategy)
Tingkat Strategi yang pertama dalam dunia bisnis adalah Strategi di Tingkat Korporasi atau Corporate Level Strategy, Strategi korporasi menangani seluruh ruang lingkup strategis perusahaan terutama dalam menentukan tujuan dan sasaran suatu perusahaan. Strategi ini diperlukan untuk menentukan bisnis apa yang harus atau ingin dimiliki oleh perusahaan seperti jenis produk yang akan diproduksi dan dimana produk tersebut harus dipasarkan. Corporate Level Strategy juga menentukan arah yang akan dituju oleh perusahaan dan peran setiap unit bisnis dalam perusahaan untuk mencapai arah tersebut. Ada dua hal penting yang harus dilakukan pada strategi di tingkat korporasi, yaitu :

1. Menetapkan Visi dan Misi Perusahaan (Korporasi)
2. Menentukan Obyektif atau Tujuan Perusahaan (Korporasi)
B. Strategi Unit Bisnis (Unit Business Level Strategy)
Strategi di Tingkat Unit Bisnis adalah strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan dari setiap unit bisnis seperti unit bisnis layanan, produk, divisi ataupun anak perusahaan. Strategi ini dijalankan oleh masing-masing unit bisnis namun harus bersinergi dan mendukung strategi korporasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan induk. Strategi di Tingkat unit Bisnis ini sangat penting untuk dilakukan karena dapat melihat unit bisnis mana yang unggul dan unit bisnis mana yang perlu ditingkatkan lagi.
Memiliki Strategi di tingkat Unit Bisnis ini memungkinkan perusahaan mempertimbangkan biaya dan manfaat dari setiap unit bisnis dan memutuskan posisi yang tepat untuk pengalokasian sumber daya perusahaan bahkan dapat digunakan untuk memutuskan kapan waktunya untuk melakukan divestasi atau menjual unit bisnis yang tidak berkontribusi positif sehingga manajemen puncak perusahaan dapat fokus pada unit bisnis yang paling penting untuk pencapaian strategi korporasi.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan pada Strategi di Tingkat Unit Bisnis ini yaitu :

-          Membedakan Perusahaan kita dengan Kompetitor. Salah satu cara yang terbaik untuk mengetahui apakah unit bisnis kita telah melakukan yang terbaik adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT ini memungkinkan kita untuk meninjau lingkungan persaingan dan menentukan strategi yang tepat untuk unit bisnis kita.
-          Menetapkan Obyektif (Tujuan) dan tindakan-tindakan yang mendukung strategi di tingkat unit bisnis dan strategi di tingkat korporasi. Sasaran kita saat membuat strategi unit bisnis adalah untuk menetapkan obyektif atau tujuan dan inisiatif yang mendukung unit bisnis sekaligus berkontribusi terhadap obyektif (tujuan) perusahaan secara keseluruhan.
C.     Strategi Fungsional (Functional Level Strategy)
Strategi di Tingkat Fungsional adalah strategi yang dirumuskan secara spesifik pada area fungsional tertentu untuk mendukung strategi unit bisnis. Area fungsional ini meliputi departemen-departemen yang terdapat di unit bisnis seperti pemasaran, produksi, keuangan, sumber daya manusia, IT serta penelitian dan pengembangan. Strategi Fungsional ini biasanya dihasilkan dan dievaluasi oleh kepala departemen seperti kepala pemasaran, kepala keuangan, kepala produksi dan operasi. Individu-individu ini dapat membantu memastikan bahwa departemen menjalankan elemen strategis yang ditetapkan serta memastikan komponen-komponen di fungsional ini membantu mendukung strategi di tingkat unit bisnis maupun strategi di tingkat korporasi. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan strategi di tingkat fungsional, yaitu :

-          Memahami setiap perincian proyek dan pengukurannya.
-          Pastikan Strategi yang ditetapkan di tingkat fungsional ini harus selaras dengan
-          strategi di tingkat unit bisnis dan strategi di tingkat korporasi.
-          Hanya perlu mengukur data-data penting yang menentukan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan utama.
3.      Proses Perekrutan dan seleksi

Proses perekrutan dan seleksi membutuhkan lima langkah:
a.       Memutuskan posisi apa yang harus diisi
b.      Membangun sekelompok kandidat untuk pekerjaan ini
c.       Menyuruh kandidat mengisi formulir aplikasi
d.      Menggunakan alat-alat seleksi
e.       Memutuskan siapa yang akan diberi penawaran, salah satunya dengan menyuruh penyelia dan yang lainnya untuk mewawancarai kandidat tersebut.
Semua manajer perlu memahami mengapa perekrutan yang efektif adalah penting. Tanpa kandidat yang, pemberi kerja tidak dapat menyaring kandidat secara efektif atau mempekerjakan yang terbaik. Sejumlah pemberi kerja menggunakan piramida hasil perekrutan untuk memperkiraka berapa banyak pelamar yang perlu mereka hasilkan untuk mengisi lowongan pekerjaan yang diprediksikan.
Pemberi kerja menggunakan beragam sumber kandidat dari luar ketika merekrut pelamar.
a.       Dari sumber-sumber ini, merekrut via Internet dengan menggunakan papan pekerjaan seperti Jobstreet.com meewakili sumber terkemuka. Cara ini merupakan cara yang cepat dan efektif biaya. Satu kekurangannya adalah terlalu banyak biaya. Satu kekurangannya adalah terlalu banyak pelamar yang dating dari tempat tempat yang terlalu jauh, tetapi pemberi kerja menggunakan peranti lunak pelacak pelamar untuk penyaring pelamar.
b.      Sumber yang lainnnya termasuk periklanan dan agensi pekerjaan.
c.       Semakin banyak pemberi kerja yang berpaling kepada agensi temporerdan metode penyusunan staf alternative lainnya untuk mempekerjakan jenis karyawn “alternative”, seperti karyawan kontrak untuk proyek khusus.
d.      Perekrut eksekutif, agensi pekerjaan jenis khusus, sangat berharga untuk mencari dan membantu pemberi kerja mempekerjakan professional dan eksekutif tingkat puncak. Akan tetapi, pemberi kerja perlu memastikan bahwa perekrut tersebut melakukan pencarian menyeluruh dan melakukan pengecekan referensi dengan hati-hati.
e.       Sumber dari luar lainnya meliputi perekrutan perguruan tinggi, rujukan dan walk-in, dan personel militer.
4.      Pelatihan dan Pengembangan

Menyambut karyawan baru Anda masuk ke perusahaan dan mengikuti kecepatan perusahaan dimulai dengan mengorientasi dan melatih. Orientasi karyawan berarti karyawan baru informasi yang mereka butuhkan untuk digunakan, dan membantumereka agar mulai terikat secara emosional pada perusahaan. Hal ini mungkin hanya melibatkan pemberian materi orientasi tertulis yang singkat dan buku pegangan karyawan kepada karyawan, tetapi terkadang melibatkan proses formal yang ditujukan untuk menanamkan nilai yang dihargai dalam perusahaan kepada karyawan. Keempat langkah proses pelatihan meliputi:
-          Analisis kebutuhan
-          Desain instruksional
-          Implementasi dan evaluasi
Kita dapat menggunakan akronim ADDIE untuk menguraikan proses pelatihan:
-          Analyze (menganalisis)
-          Develop (mengembangkan)
-          Design (mendesain)
-          Implement (menerapkan)
-          Evaluate (mengevaluasi)
            Sebelum melatih karyawan, kita perlu menganalisis kebutuhan pelatihan mereka dan mendesain program pelatihan. Dalam melatih karyawan baru, pemberi kerja menggunakan analisis tugas yang pada dasarnya adalah studi terperinci terhadap pekerjaan tersebut. Untuk karyawan yang ada dibutuhkan analisis kinerja, khususnya untuk memverifikasi apakah terdapat efisiensi kinerja dan untuk menentukan apakah pelatihan ada solusinya. Membedakan antara pemasalahan tidak dapat dan tidak mau adalah masalah utamanya disini. Setelah sudah memahami masalahnya, kemudian menyusun sebuah program pelatihan, yang berarti mengidentifikasi tujuan pelatihan spesifik, mengklarifikasi anggaran pelatihan, dan secara actual mendesain program tersebut terkait materi aktualnya.
            Apapun program pelatihannya, penting bagi perusahaan untuk mengevaluasi upaya pelatihan tersebut. Perusahaan dapat mengukur reaksi, pembelajaran, perilaku, atau hasil, idealnya dengan menggunakan kelompok control yang tidak memperoleh pelatihan, secara parallel dengan kelompok yang perusahaan beri pelatihan.


5.      Kompensasi Berdasarkan Kinerja dan Insentif Finansial

Dalam menetapkan rencana bayaran strategis, manajer terlebih dahulu harus memahami beberapa factor-faktor dasar dalam menentukan tingkat bayaran. Kompensasi karyawan meliputi pembayaran finansial dan laporan keuangan tidak langsung. Faktor-faktor yang menentukan desain dari rencana bayaran meliputi:
-          Factor hokum
-          Serikat pekerja
-          Strategi/kebijakan perusahaan
-          Keadilan
Pemberi kerja menggunakan dua pendekatan dasar untuk menetapkan tingkat bayaran: pendekatan berbasis dan metode evaluasi pekerjaan. Banyak perusahaan, khususnya yang berukuran kecil, cukup menggunakan pendekatan berbasis pasar. Metode evaluasi pekerjaan melibatkan pemberian nilai pada setiap pekerjaan dalam perusahaan. Ini membantu menghasilkan rencana bayaran dimana bayaran setiap pekerjaan adalah adil berdasarkan nilainya bagi pemberi keja.
a.       Evaluasi pekerjaan merupakan system pembandingan sistematis yang dilakukan dengan tujuan untuk menentukan nilai dari satu pekerjaan secara relative terhadap pekerjaan lainnya berdasarkan pada factor yang dapat dikompensasi
b.      Faktor yang dapat dikompensasi merujuk pada elemen yang dapat dikompensasi merujuk pada elemen yang dapat dikompensasi dari suatu pekerjaan seperti keterampilan dan usaha.
c.       Metode evaluasi pekerjaan yang popular meliputi pemeringkatan, klasifikasi pekerjaan, metode poin, dan pembandingan factor.
d.      Dengan pemeringkatan, misalnya, Anda melakukan analisis pekerjaan, mengelompokkan pekerjaan berdasarkan departemen, dan meminta penilai memeringkat pekerjaan.
DAFTAR PUSTAKA
Greer, Charles R. Strategy and Human Resources: a General Managerial Perspective. New Jersey: Prentice Hall, 1995.
Dessler, Gary. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat.

No comments:

Post a Comment

Tugas 6 (Pengantar Bisnis)

1 . A. Pengertian Pasar Arti dari Pasar  yaitu suatu tempat bertemunya penjual (produsen) dan pembeli (konsumen) untuk melakukan tran...