1. A. Manajemen
Manajemen adalah
melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai target yang telah ditetapkan melalui
pemanfaatan tenaga dan pikiran manusia atau memanfaatkan sumber daya lainnya
seperti gadget handphone, komputer, transportasi, mesin produksi dan lain
lainnya. Kegiatan kegiatan manajemen tersebut mencakupi merencanakan, mengatur,
menjalankan, dan mengawasi.
B. Dampak
Seseorang Jika mempelajari ilmu manajemen
Menurut saya,
Dampak seseorang jika mempelajari ilmu manajemen akan tertata hidupnya seseorang
tersebut bilamana menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Contoh:
1. Seorang yang mempelajari ilmu
manajemen menerapkan bangun pagi dan langsung merencanakan apa yang akan
dikerjakan satu hari penuh
2. Setelah sudah merencanakan
kemudian rencana tersebut dijabarkan ke papan jadwal, to do list, dan lain lain
3. Kemudian dikerjakanlah tugas
tugas atau pekerjaan yang sudah direncanakan
4. Setelah itu dievaluasi setiap
bulannya apakah orang tersebut mengerjakaannya dengan efektif dan efisienkah
(pekerjaan diselesaikan dengan tepat waktu), atau terlalu banyak terpapar
gadgetkah yang sehingga pekerjaan pekerjaannya tertinggal (hal yang sia sia),
apakah orang tersebut sudah mengeerjakan sesuai dengan arah tujuan dan
sebagainya.
2. Keuntungan dan Kerugian Fungsi Manajemen di Suatu Organisasi
3. A. Organisasi
Organisasi
adalah suatu perkumpulan manusia dua orang atau lebih yang memiliki fungsinya
masing-masing dengan berbagai kegiatan kegiatan untuk mencapai target.
Organisasi ada banyak dilingkungan sekitar, ada organisasi Mahasiswa,
organisasi Politik, organisasi Agama, Organisasi Olah Raga, Organisasi social
dan lain lain. Organisasi bisa diciri-cirikan sebagai berikut:
a. Perkumpulan
manusia (dua orang atau lebih)
b. Memiliki
target
c. Saling
berkesinambungan antar individu (bekerja sama)
d. Adanya
aturan-aturan
e. Pembagian
kerja dan tanggung jawab
Jenis Organisasi
ada organisasi formal dan informal. Organisasi formal adalah organisasi yang
secara sadar untuk mencapai suatu tujuan dengan hubungan kegiatan-kegiatan.
Contoh: Organisasi Mahasiswa disekitar kita seperti BEM, Himpunan Mahasiswa.
Organisasi Olah Raga seperti PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia),
PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia, dan lain lain.
Sementara jenis
organisasi informal adalah kumpulan orang yang tidak memiliki tujuan secara
sadar, tidak memiliki bagan organisasi, tidak terorganisir, dan yang lebih
ditekankan oleh organisasi informal adalah kegiatannya ketimbang tujuannya.
Seperti: anak anak yang sedang berkumpul.
B. Dampaknya Masuk Kedalam Organisasi
Dampaknya masuk ke dalam organisasi formal
Menurut saya
dampak masuk ke dalam organisasi formal
selain untuk mencapai target, Organisasi formal ada dampak yang bermanfaat
untuk individu didalam organisasi tersebut, diantaranya adalah:
a. Melatih
mental
Dalam kehidupan,
banyak sekali masalah-masalah yang membuat seseorang tertekan. Sehingga dengan
berorganisasi, seseorang akan terlatih mentalnya karena sudah terbiasa
menghadapi masalah-masalah. Seseorang yang tidak ikut berorganisasi cenderung
menghindar dari masalah karena mentalnya yang kurang terlatih, sehingga kurang
mendapatkan pencapaian dalam kehidupannya.
b. Melatih
leadership (kepemimpinan) seseorang
Setiap orang
memiliki jiwa kepemimpinan. Minimal memimpin dirinya sendiri kearah mana tujuan
kehidupannya. Dalam berorganisasi akan terlatihnya jiwa kepemimpinan. Tidak
mesti menjadi bagian manajer, direktur, atau bagian top manajemen lainnya untuk
mengembangkan jiwa kepemimpinan. Karena menekuni dan bertanggung jawab di
bidangnya masing masing serta membantu top manajemen mengambil keputusan dapat
menambah jiwa kepemimpinan.
c. Menambah
koneksi teman
Dengan
berorganisasi, kita akan selalu berinteraksi dengan banyak orang yang dapat
meningkatkan kecakapan berbicara dan memahami antar sesama manusia. Sehingga
kita akan lebih mudah juga untuk mencari koneksi teman.
d. Menambah
wawasan dan ilmu
Karena dalam berorganisasi sering terjadinya interaksi dengan manusia
dan berusaha untuk mencapai suatu tujuan dapat membuat seseorang berinteraksi
dengan lingkungan sekitar, teknologi,dan
informasi-informasi yang berkaitan untuk mencapai suatu tujuan di
organisasi tersebut. Sehingga dalam berorganisasi dapat menambah wawasan dan
ilmu.
e. Belajar
membagi waktu
Bagi orang yang
tidak ikut berorganisasi yang cenderung banyak bermain, akan sulit membagi
waktu karena terbiasa dengan menyia-nyiakan waktu yang tidak bias dibeli.
Dengan berorganisasi, seseorang cenderung dapat membagi waktu yang digunakan
untuk kegiatan yang bermanfaat. Sehingga orang yang dapat membagi waktunya
lebih sukses.
f.
Menambah kemampuan komunikasi
Komunikasi adalah aktifitas dasar
yang sudah ada dalam diri seseorang. Namun kemampuan tersebut harus diasah yang
tujuannya untuk mempermudah dalam memberikan informasi kepada individu maupun
kelompok manusia. Dengan berorganisasi, karena sering terjadinya berinteraksi
dengan individu ataupun kelompok dapat meningkatkan kualitas berkomunikasi
Dampaknya masuk Organisasi
Informal
Organisasi informal adalah kumpulan
dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan
bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama
anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan
lain-lain. Dampak dari masuk Organisasi informal adalah:
a.
Memperluas dan memperdalam menjalin suatu
hubungan dengan manusia
b.
Mendapatkan nilai manfaat yang bervariasi
c.
Sebagai sarana rekreasi
Fungsi Manajemen terdiri atas 4
fungsi yang utama manajemen, yaitu :
a.
Planning ( fungsi perencanaan )
b.
Organizing ( fungsi pengorganisasian)
c.
Directing ( pengarahan )
d.
Controlling ( pengendalian )
e.
Planning (Fungsi Perencanaan)
Planning
(perencanaan)
Planning merupakan suatu aktivitas
menyusun, tujuan perusahaan lalu dilanjutkan dengan menyusun berbagai
rencana-rencana guna mencapai tujuan perusahaan yang sudah ditentukan. Planning
dilaksanakan dalam penentuan tujuan
organisasi scara keseluruhan dan merupakan langkah yang terbaik untuk mencapai
tujuannya itu. pihak manajer mengevaluasi berbagaii rencana alternatif sebelum
pengambilan tindakan kemudian menelaah rencana yang terpilih apakah sesuai dan
bisa dipergunakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan adalah proses awal yang paling
penting dari seluruh fungsi manajemen, karena fungsi yang lain tak akan bisa
bejalan tanpa planning.
Organizing (Pengorganisasian)
Organizing adalah suatu aktivitas
penagturan dalam sumber daya manusia dan sumber daya fisik yang lainnya yang
dimiliki oleh perusahaan untuk bisa melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan
dan mencapai tujuan utama perusahaan. Dalam bahasa yang lebih sederhana
organizing merupakan seluruh proses dalam mengelompokkan semua orang, alat,
tugas tanggung-jawab dan wewenang yang dimiliki sedemikian rupa hingga
memunculkan kesatuan yang bisa digerakkan dalam mencapai tujuan. Organizing
dapat membuat manajer mudah dalam melaksanakan pengawasan serta penentuan
personil yang diperlukan untuk menjalankan tugas yang sudah dibagi bagi.
pengorganisasian bisa dijalankan dengan menetukan tugas apa yg harus
dikerjakan, siapa personil yang menjalankannya, bagaimana tugasnya
dikelompokkan, siapa yang harus bertanggung jawab terhadap tugas tersebut.
Directing (Pengarahan)
Directing alias fungsi pengarahan
merupakan fungsi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja dengan
optimal dan menciptakan suasana lingkungan kerja yang dinamis, sehat dan yang
lainnya. Ada beberapa aktivitas yang dilakukan pada fungsi pengarahan:
a.
Mengimplementasikan suatu proses kepemimpinan,
penbimbingan, dan memberikan motivasi kepada pekerja suapay bisa bekerja dengan
efektif serta efisien dalam mencapai tujuan yang ditetapkan
b.
Memberi tugas serta penjelasan secara rutin
tentang pekerjaan
c.
Menjelaskan semua kebijakan yang sudah
ditetapkan
Controlling (Fungsi Pengendalian / Pengawasan)
Controling merupakan kegiatan dalam
menilai suatu kinerja yang berdasarkan pada standar yang sudah dibuat perubahan
atau suatu perbaikan apabila dibutuhkan. aktivitas dalam fungsi pengendalian
ini misalnya:
a.
Mengevaluasii keberhasilan dalam proses mencapai
tujuan dan target mengikuti indikator yang sudah ditetapkan
b.
Menempuh langka klarifikasi serta koreksi atas
terjadinya penyimpangan yang ditemukan
c.
Memberi alternatif solusi atas masalah yang
terjadi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan
5.
3 Keterampilan Manajemen
(Management Skills)
Berikut ini adalah pembahasan
singkat mengenai 3 Keterampilan Manajemen dasar yang wajib dimiliki oleh
seorang Manajer dalam menjalankan fungsi manajemen menurut Robert L.
Katz.
Keterampilan
Konseptual (Conceptual Skills)
Keterampilan Konseptual adalah
kemampuan manajer untuk melihat keseluruhan organisasi sebagai suatu entitas
yang lengkap. Keterampilan Konseptual ini meliputi pemahaman tentang kerjasama
setiap unit kerja dalam organisasi beserta pemahaman tentang ketergantungan
satu unit kerja dengan unit kerja lainnya, perubahan pada suatu unit kerja juga
akan mempengaruhi unit kerja atau bagian lainnya. Keterampilan ini meliputi
pemahaman tentang hubungan antar institusi, industri dan masyarakat serta
pemahaman tentang pengaruh faktor-faktor politik, sosial dan kondisi ekonomi
suatu negara terhadap bisnis perusahaannya. Dengan pemahaman-pemahaman
tersebut, seorang manajer tingkat tinggi atau Top Management dapat memahami
kondisi bisnis secara keseluruhan dan mengambil tindakan yang tepat untuk
kesuksesan organisasinya.
Keterampilan Konseptual ini sangat
penting bagi Manajement Tingkat Tinggi (Top Management) namun kurang penting
bagi manajemen tingkat menengah dan tidak diharuskan untuk manajemen tingkat
pertama. Keterampilan Konseptual ini juga sering disebut dengan Keterampilan
Analisis (Analytical Skill) ataupun Keterampilan Perseptual (Perceptual Skill).
Keterampilan Berhubungan dengan Orang lain (Humanity Skills)
Keterampilan berhubungan dengan
Orang lain atau Humanity Skill ini adalah kemampuan manajer untuk berinteraksi
secara efektif dengan anggota organisasinya serta membangun pemahaman dan usaha
kooperatif dalam tim yang dipimpinnya. Keterampilan ini akan memungkinkan para
manajer untuk menjadi pemimpin dan memotivasi karyawannya untuk mendapatkan
prestasi kerja yang lebih baik. Selain itu, para Manajer juga harus dapat
memanfaatkan potensi karyawannya secara efektif di perusahaan.
Komunikasi juga merupakan salah
satu bagian yang terpenting dalam Keterampilan ini. Komunikasi yang baik dan
efektif akan memberikan dampak positif terhadap karir manajer yang bersangkutan
dan juga dalam pencapain tujuan organisasi. Keterampilan berhubungan dengan
orang lain atau Humanity Skill ini penting bagi semua tingkatan manajemen di
suatu organisasi atau perusahaan. Keterampilan ini juga disebut sebagai
Keterampilan Interpersonal (Antarpribadi) atau Human Skill (keterampilan
kemanusiaan).
Keterampilan Teknis (Technical Skills)
Keterampilan Teknis ini adalah
Kemampuan atau pengetahuan untuk menggunakan teknik tertentu dalam melaksanakan
tugas atau pekerjaan tertentu. Contohnya seperti kemampuan dan pengetahuan
untuk merancang produk, memperbaiki mesin, mengoperasikan mesin, merakit
komputer, membuat program komputer, menyiapkan pembukuan dan laporan keuangan,
menjual produk, menciptakan lagu, memasak makanan dan lain sebagainya.
Keterampilan Teknik ini merupakan keterampilan yang penting bagi manajer di
tingkat pertama namun kurang penting atau tidak wajib untuk dimiliki oleh
manajemen tingkat atas.
Referensi













