Sunday, October 27, 2019

Tugas 2 (Pengantar Bisnis)


Merkantilisme
Merkantilisme adalah sistem ekonomi yang kekayaan suatu negara yang ditentukan oleh banyaknya modal atau aset yang disimpan di negara tersebut serta besarnya volume perdagangan internasional di negara tersebut.  Tujuan pokok dari paham atau teori merkantilisme ini yaitu untuk membangun negri, terutama di masa perang, dan negara harus memperkuat ekonomi dan melemahkan musuh asing.
Istilah sistem merkantilisme ini diciptakankan oleh Victor de Riqueti  di tahun 1763. Setelah itu dipopulerkan oleh Adam Smith di tahun 1776. Kata merkantilis asalnya dari bahasa Latin yang artinya untuk pertukaran, yang berakar dari kata merx yang artinya komoditas.
Kebijakan yang ada pada sistem ekonomi merkantilisme diantaranya:
1.       Melahirkan koloni di luar negeri.
2.       Harga tinggi termasuk pada barang manufaktur.
3.       Memfokuskan penggunaan sumber daya dalam negeri.
4.       Melarang ekspor emas dan perak dan dilarang dijadikan alat pembayaran.
5.       Melarang area koloni untuk berdagang dengan negara lain.
6.       Memonopoli pasar melalui port pokok.
7.       Membatasi upah.
8.       Menyediakan Subsidi ekspor.
9.       Melarang perdagangan untuk dibawa ke dalam transportasi asing
10.   Mempromosikan manufaktur dengan cara penelitian atau subsidi langsung.
11. Membatasi konsumsi rumah tangga dalam negri dengan cara menghambat non-tarif bagi perdagangan.
Sistem Merkantilisme sendiri pun memiliki dampak yang menimbulkan banyak pembrontakan dan persaingan ketat disekitar negara bangsa di Eropa untuk menguasai perdagangan dunia. Setiap negara berlomba- lomba menciptakan industri perkapalan dan arsenal untuk mengexpansi monopoli perdagangannya.
Dampak negatif tersebut juga mempengaruhi bagi kelangsungan rakyat di tanah jajahan. Mereka tidak bisa leluasa bahkan di tanah mereka sendiri. Mereka harus melakukan penggalian logam mulai dan hasilnya dimasukan pada kas negara penjajah bukan rakyat sendiri. Hal ini yang menyebabkan sistem merkantilisme diganti pada saat Adam Smith mengkritik rakyat yang tidak ikut serta menikmati hasil kekayaan.

Perbedaan Bisnis yang Hanya Mengejar Keuntungan dan Bisnis yang tidak mengejar keuntungan.
1.       Bisnis yang hanya mengejar keuntungan
Menurut pendapat saya, Bisnis yang hanya mengejar keuntungan saja  adalah usaha yang dikerjakan pebisnis tersebut yang memberikan barang atau jasa yang fokusnya untuk mendapatkan profit/laba namun sebatas mencari keuntungan saja. Seperti kurang memfokuskan kepuasan pelanggan, mengupgrade produknya, dan lain lain. Contoh :
a.   Usaha Barang   : Pedagang ayam goreng, namun tidak expansi gerobaknya, tidak menambah kualitas ayamnya, tidak melakukan pemasarannya, dan lain lain
b.   Usaha Jasa      : Guru les yang sebatas mengajar “yang penting saya mengajar” tanpa ada inovasi dan lain lain.

2.       Bisnis yang tidak mengejar keuntungan
Bisnis yang tidak mengejar keuntungan adalah organisasi yang menjual barang atau jasa guna untuk memberikan manfaat produk yang lebih yang mereka jual supaya produk tersebut bermanfaat bagi konsumen yang membelinya dan namun mereka selalu fokus terhadap investasi usaha itu sendiri, terus berinovasi, mencari cara agar pelanggan puas, mengupgrade produknya dan lain lain.
Bisnis inilah yang biasanya dalam bentuk organisasi, karena jarang bisnis ini yang dilakukan sendiri. Serta Bisnis ini berani mengambil resiko tinggi meskipun usahanya jatuh namun berusaha untuk bangkit karena niat dan tujuannya yaitu mencari kepuasan pelanggan agar bisnisnya tetap bertahan dan justru menghasilkan keuntungan yang tinggi. itulah yang dinamakan bisnis tidak mengejar keuntungan. Contoh :
a.   Usaha Barang  : Lego merupakan mainan hardware yang digemari masyarakat khususnya anak anak sampai sekarang ini yang dulunya hanyalah rumah tangga produksi yang menjual mainan dari kayu. Mereka selalu fokus terhadap kepuasan pelanggan khususnya anak anak bagaimana caranya membuat mainan tersebut disukai oleh anak anak. Dan perusahaan ini selalu jatuh dan bangun.
b.  Usaha Jasa    : Owner Gojek yang menyediakan lapangan pekerjaan dan menyediakan jasa mengantar jemput secara Online yang memiliki nilai manfaat tinggi bagi masyarakat. Perusahaan ini berani mengambil resiko tinggi untuk pembukaan usahanya dengan berani rugi dulu dan tidak fokus untuk mencari keuntungan.

Pandangan Masyarakat Sekarang dengan Pandangan Masyarakat Zaman Dulu Tentang Profesi Bisnis
Menurut pandangan saya, pada tahun 19-an, profesi bisnis merupakan sebuah profesi yang dianggap remeh oleh masyarakat. Karena profesi PNS, atau pekerja kantoran dianggap orang yang pintar, elit, dan terpandang seperti orang kaya. Dan profesi bisnis dulunya dianggap seperti orang yang tidak lulus SMA, SMP, atau bahkan gak pernah sekolah sama sekali. Bahkan profesi bisnis bukan disebut profesi.
Namun semenjak masyarakat mengenal internet khususnya di Indonesia yang sudah menjadi kebutuhan kewajiban pokok untuk kehidupan sehari-hari, membukakan peluang bagi profesi bisnis untuk melakukan kreativitas yang lebih luas. Sehingga profesi bisnis pun justru lebih memberikan manfaat bagi masyarakat dan memberikan keuntungan yang besar dibanding gaji karyawan PNS ataupun karyawan swasta.


Monday, October 14, 2019

Tugas Manajemen Sumber Daya Manusia (4eb06)

KELOMPOK 3
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
PT.HERO SUPERMARKET, Tbk.


Disusun Oleh:
Dillah Noviawati                            (23216895)                        Property
Fandi Wasito                                  (22216599)                        Group Counsel
Fathurrizki Emir Elkarim   (2B219808)                   Human Resource
Khansa Shabirah Z                        (23216895)                       Internal Audit
Kris Ramanda                                (23216930)                       Finance
Vicky Bayu                                      (27216528)                       Supply Chain
  
Kelas          :         4EB06



STRUKTUR ORGANISASI PT. HERO SUPERMARKET, Tbk
DIVISI SUMBER DAYA MANUSIA (HUMAN RESOURCE)

PT Hero Supermarket,Tbk adalah perusahaan ritel yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Hero Supermarket Group adalah perusahaan ritel modern pertama di Indonesia, didirikan tanggal 23 Agustus 1971 oleh almarhum Muhammad Saleh Kurnia di Jalan Falatehan.
Struktur Organisasi PT. Hero Supermarket,Tbk memiliki 12 Divisi dibawah naungan Direksi. Divisi diantaranya adalah:
a. Internal Audit,
b. Finance,
c. Group Control,
d. Supply Chain,
e. Property,
f. Commersial,
g. Food Operations GIANT,
h. Food Operations HERO,
i. Information Technology,
j. Guardian Health and Beauty Operations,
k. IKEA Indonesia Operations dan
l. Humas Resources.

Yang akan saya bahas adalah job desk, tanggung jawabnya serta sub divisi dari divisi Human Resources atau dalam bahasa Indonesianya Sumber Daya Manusia pada PT. Hero Supermarket, Tbk.


1.      Sumber Daya Manusia (Human Resource)
Sumber Daya Manusia adalah proses untuk memperoleh, melatih, menilai, dan mengompensasi karyawan, dan untuk mengurus relasi tenaga kerja mereka, kesehatan dan keselamatan mereka, serta hal-hal yang berhubungan dengan keadilan. Hal tersebut meliputi:

a.       Melakukan analisis pekerjaan (menentukan sifat pekerjaan setiap karyawan)
b.      Merencanakan kebutuhan tenaga kerja dan merekrut kandidat pekerjaan
c.       Memilih kandidat pekerjaan
d.      Melakukan orientasi dan melatih karyawan baru
e.       Mengelola bayaran dan gaji (mengompensasi karyawan)
f.       Memberikan insentif dan tunjangan
g.      Menilai kinerja
h.      Berkomunikasi (mewawancarai, menasihati, mendisiplinkan)
i.        Melatih dan mengembangkan manajer
j.        Membangun komitmen karyawan

            Uraian tugasnya Sumber Daya Manusia meliputi:
a.    Menempatkan orang yan tepat pada pekerjaan yang tepat
b.    Memulai karyawan yang baru dalam organisasi (orientasi)
c.    Melatih karyawan untuk pekerjaan yang baru bagi mereka
d.    Meningkatkan kinerja setiap orang
e.    Mendapatkan kerja sama dan mengembangkan hubungan kerja yang lancer
f.     Menerjemahkan kebijakan dan prosedur perusahaan
g.    Mengendalikan biaya tenaga kerja
h.    Mengembangkan kemampuan setiap orang
i.      Menciptakan dan mempertahankan moral departemen
j.      Melindungi kesehatan dan kondisi fisik karyawan

Di dalam Divisi Finance PT. Hero Goup , Tbk terdapat 8 sub divisi yang masing-masing memliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda . diantaranya sebagai berikut :

1.1  Learning and Development (Pelatihan dan Pengembangan)
Selain tanggung jawabnya Sub Divisi Learning and Development untuk melatih juga untuk mengevaluasi dan mengembangkan program pelatihan karyawan yang ada pada perusahaan tersebut.

Tugas Learning and Development adalah sebagai berikut:
a. Merencanakan dan melaksanakan program pelatihan dengan teknik pengajaran untuk meningkatkan kinerja karyawan
b.    Menetapkan instruktur program pelatihan.
c.    Mengelolaan biaya pelatihan, penjadwalan ruangan kelas yang akan digunakan, mengatur rofes dan peralatan, serta mengkoordinasi pendaftaran pelatihan untuk karyawan.
d.    Melakukan analisa pada pekerjaan karyawan baru dengan cara konsultasi dengan manajer HRD.
e.   Mencari karyawan yang akan membutuhkan pelatihan tambahan agar kemampuannya lebih baik.
f.     Melakukan analisa kebutuhan pada pelatihan karyawan karena pelatihan bagi karyawan ini bernilai investasi untuk sebuah perusahaan yang akan mengembangkan karyawannya.
g. Setelah mendapatkan hasil analisa tersebut bagian Learning and Development akan membuat sesi pelatihan
h.     Mengevaluasi hasil pelatihan.
i.   Melakukan penyempurnaan dengan program pelatihan yang sama atau akan merubah program pelatihan menjadi lebih baik lagi.
j.      Memperhatikan reaksi  atau respon dari para karyawan yang melakukan pelatihan.
k.     Memperhatikan antusiasnya karyawan sebagai tolak ukur dari pelatihan yang dilakukan
l.    Memperhatikan hasil evaluasi pelatihan karyawan pada program pelatihan akan menjadi rofessio kenaikan produktifitas, peningkatan profit, penurunan biaya, penurunan tingkat kesalahan, peningkatan kualitas, serta penurunan keluhan pelanggan.



1.2  Human Resource Business Partner (Partner Sumber Daya Manusia)
Human Resource Busniness Partner atau disingkat HRBP adalah Sub Divisi yang bekerja sama dengan pimpinan senior organisasi untuk mengembangkan agenda SDM yang mendukung keseluruhan tujuan organisasi. HRBP bertanggung jawab menyesuaikan pencapaian bisnis dengan karyawan dan manajemen. Posisi tersebut berfungsi sebagai konsultan manajemen terhadap isu-isu terkait SDM.

Tugas dari HRBP adalah sebagai berikut:
a.    Melakukan meeting mingguan dengan setiap unit bisnis.
b. menganlisa tren dan metrik dalam kemitraan dengan kelompok SDM untuk mengembangkan solusi, program dan kebijakan
c.    Mengelola dan menyelesaikan masalah hubungan karyawan yang kompleks.
d.    Melakukan investigasi yang efektif, menyeluruh dan obyektif.
e. Mempertahankan pengetahuan yang mendalam tentang persyaratan hukum yang terkait dengan pengelolaan karyawan sehari-hari, mengurangi risiko hukum dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan.
f. Memberikan panduan manajemen kinerja sehari-hari kepada manajemen (misalnya, pembinaan, konseling, pengembangan karir, tindakan disipliner).
g. Bekerja sama dengan manajemen dan karyawan untuk memperbaiki hubungan kerja, membangun moral, dan meningkatkan produktivitas.
h.   Mengembangkan persyaratan kontrak untuk karyawan baru, promosi dan transfer.
i.  Memberikan panduan dan masukan mengenai restrukturisasi unit bisnis, perencanaan tenaga kerja dan perencanaan.
j.   Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan untuk unit bisnis dan kebutuhan pembinaan eksekutif individual.
k. Berpartisipasi dalam evaluasi dan pemantauan program pelatihan untuk memastikan keberhasilan. Mengikuti untuk memastikan tujuan pelatihan terpenuhi.

1.3  Shared Service (Pelayanan Pengelolaan Aktivitas)
Sub Divisi Shared Services adalah sebuah agen yang bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan atau services kepada operating business unit dan fungsi – fungsi korporasi di perusahaan atau organisasi tersebut. Divisi Shared Service tanggung jawabnya yaitu berbagi layanan dengan cara mengintegrasikan dan memusatkan semua kegiatan operasional/ transaksi sejenis melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi seperti ERP (Enterprise Resources Planning) sebagai aplikasinya.

Tugas Sub Divisi Shared Service adalah :
a.    Standarisasikan baik itu proses, program ataupun kebijakan melalui pemanfaatan teknologi informasi sebagai ERP aplikasinya
b.  Mengalihkan semua kegiatan transaksi dan menekankan pola pelayanan sebagai saluran utama sehingga mudah, cepat dan murah.
c. Mengintegrasikan dan konsolidasi layanan lintas wilayah dan bisnis unit seperti standarisasi, penjajaran organisasi.
d. Memastikan kualitas layanan HR bisa terukur dalam perspektif ukuran bisnis secara kuantitatif, termonitor melalui dashboard

1.4  Industrial dan Employee Relations (Hubungan Industri dan Pegawai)
Employee Relations atau Hubungan Pegawai adalah suatu kerangka kerja yang berkaitan dengan mempertahankan hubungan majikan-karyawan yang berkontribusi terhadap produktivitas memuaskan, motivasi, dan moral. Sedangkan, Industrial Relations (Hubungan Industrial) adalah hubungan antara semua pihak yang tersangkut atau berkepentingan atas proses produksi barang atau pelayanan jasa di suatu perusahaan. Perbedaan antara Hubungan Pegawai dan Hubungan Industrial yaitu Hubungan Pegawai lebih fokus terhadap pegawai sedangkan Hubungan Industrial fokus terhadap pegawai secara keseluruhan yang berkaitan dengan pihak ketiga.

Tugas Employee Relation atau Relasi Hubungan Pegawai
a.      meningkatkan suasana kerja yang kondusif agar meningkatkan produktifitas kerja, mampu menunjang pelaksanaan strategi dan tujuan perusahaan
b.      membantu karyawan untuk tumbuh dan berkembang.
c.       menyediakan berbagai layanan

Tugas Industrial Relation atau Hubungan Industrial adalah
a.  Pembangkit semangat (passion) untuk selalu mengingat VISI MISI perusahaan kepada setiap karyawan yang dikemas dalam bentuk yang menarik dan menyenangkan.
b.   Menghindarkan perusahaan dari permasalahan dengan karyawan yang melibatkan pihak ke tiga, termasuk Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), massa, forum komunitas dan sebagainya yang sangat berdampak image perusahaan.
c.   Menghindarkan perusahaan dari kerugian waktu dan biaya yang besar akibat perselisihan dengan karyawan.
d.  Membantu perusahaan dalam mencapai target bisnis yang tinggi bila kita mampu mengelola emosi dan potensi karyawan.

1.5  Internal Communication atau Komunikasi Internal
            Secara internal bisnis plan yang disusun perlu dikomunikasi kepada pegawai atau karyawan divisi produksi, karyawan di divisi marketing, karyawan di divisi pelayanan atau servise dan komunikasi pada level manajemen.

 Tugas Komunikasi Internal adalah:
a. Mengomunikasikan perencanaan produk, mulai dari input seperti cara meningkatkan kualitas produk, cara pengemasan, inovasi model dan sebagainya yang terkait dengan output produk,
b.    Mengomunikasikan kebijakan manajemen dalam meningkatkan penjualan yang dilakukan oleh divisi lain agar mereka mengetahui pekerjaan divisi lain dengan demikian mereka  bisa memprediksi hubungan pekerjaan antara divisi produksi dengan divisi-divisi lain.

c. Mengomunikasikan menyangkut keinginan perusahaan dalam meningkatkan pendapatan dan mereka perlu diberi bekal misalnya manfaat dari produk yang dihasilkan, garansi dari produknya yang dijual, pelayanan purna jual, insentif lainnya yang diberikan kepada pelanggan (customer) agar pelanggan (customer) mau beralih ke produk yang ditawarkan

DAFTAR PUSTAKA
1. Dessler, Gary. 2015. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA. Jakarta Selatan: Salemba Empat.
2.  https://www.linovhr.com/tugas-training-and-development-specialist/
3.  http://binakarir.com/apa-itu-human-resource-business-partner/
4. http://muhammaddsucipta.blogspot.com/2018/01/41-pengertian-dan-contoh-shared-service.html
5. http://mariakarlita.blogspot.com/2012/05/tugas-1-hubungan-industrial-relations.html
6. https://wsmulyana.wordpress.com/tag/komunikasi-internal/
             

Tugas 6 (Pengantar Bisnis)

1 . A. Pengertian Pasar Arti dari Pasar  yaitu suatu tempat bertemunya penjual (produsen) dan pembeli (konsumen) untuk melakukan tran...